Anjar
“Karena persahabatan adalah episede
terindah dalam kehidupan”. Suara keras dari arah utara Lab Kimia tepatnya di
bawah pohon besar yang sering di sapa Pohon Cinta, karena pohon yang rindang
itu menciptakan rasa teduh apabila kita berada di bawahnya, bukan hanya teduh
tubuh kita hati ktapun menjadi lebih damai jika duduk di bawah pohon itu dan
seakan pohon mengerti akan peraaan kita, terkadang pohon menjatuhkan daun-daun
basahnya ketika seseorang sedang bersedih di pangkuan akarnya yang besar yang menjalar
hingga di permukaan tanah.
“Satu.......Dua......Tiga....”
tangan mereka saling bertumpuk, mereka ai mereka adalah enam anak manusia yang
sedang berkumpul saat jam pelajaran, mereka melakukan ritual berkumpul ini
karena mereka merasa jenuh dengan sekolah, mereka ingin sebuah refrehing, jadi
mereka bercanda ria di bawah pohon cinta namun waktu merekalah yang salah.
“Kita selamanya
dan kita tak bisa terpisahkan” mereka
berseru akan janji mereka. Pohon cinta mejadi saksi akan persahabatan mereka
yang di bangun pada tiga tahun belakanagan ini. Tangan itu sontak di hembuskan
dari atas ke bawah dengan kekuatan penuh semangat persahabatan, mereka tertawa
sambil berpelukan dan memandang ke atas pohon, dan seakan pohon mengerti akan
yang terjadi, pohonpun mendesis seperti berbisik oleh udara-udara di
sekitar,daun demi daun menyampaikan kabar bahagia yang sedang terjadi, mereka
seakan tertawa lepas seperti tawa ke enam sahabat itu.
“Heiiiiiiiii kalian!! Sedang apa di
situ?”
Serentak mereka
menoleh ke arah sumber suara, di depan toilet pria tepatnya berdiri sosok
raksasa tangguh berjengot lebat dan berbadan kekar, dan berkuit sawo matang
denga peluit yang selalu di gantungkan di lehernya, seragam atasan berwarna
putih , bawahan biru matang dan di topi gagahnya tertulis “SCURITY”
“Pak Kharom!!!!”
teriak mereka berenam sambil berlari terbiri-birit untuk mengamankan diri
mereka masing-masing.
Sofia dan Herlin mereka berlari
menuju perpustakaansekolah, seakaan tak punya salah apa-apa mereka tersenyum
rama pada penjaga perpustakaan dan para siswa yang sedang asik membaca di dalam
perpustakaan, Sofia dan herlin mereka bersembunyi di pojokan rak besar
berumpukan novel-novel remaja,mereka menutup muka mereka dengan buku apapun
yang sedang mereka pegang.
“Bego lu Lin...
buku lo kebalik” pekik sofi pelan
“Uhhhh... masak
sih sof?” Herlin muai melihat sampul depan buku yang ia pegang
“Hahahaha.. iya
bego bener gue ya sof”
Sepau boots Pak Kharom terdengar dan
suara hentakannya mulai memesuki ruang perpustakaan.
“Permisi Bu Hari
apa tadi anda melihat dua orang siswi lari masuk ruangan ibu?” tanya Pak Kharom
dengan nada sangat sopan. Bu Hari yang usiannya sudah tidak muda lagi menjawab
dengan senyuman
“apakah siswi
itu berbando dan satunya berkuncir memakai kacamata?”
“benar sekali
bu, apa ibu melihatnya?”
Ibu Hari
tersenyum kecil dan mengangkat tangannya sembari jarinnya menujuk ke arah rak
buku besar berada di pojok ruangan
“mungkin Pak
Kharom bisa mencarinya di situ”
Dug... Dug,....
Dug... suara sepatu boots besar itu mulai mendekat. Herlin cemas dia mencari
kesibukan memilah-milah buku, dan tak sengaja dia menjatuhkan sebuah buku.
“Lha....kena
kalian sekarang mau lari kemana” mereka berdua cengar-cengir
“Heee iya pak
ampunnn” jawab Herlin pasrah. Sofia menyahut
‘‘Kami kan hanya
memanfaatkan waktu kosong pak”
“Sudah jelaskan
nanti saja di ruang BK (Bimbingan Konserling)
RUANG BK
Suara desisan mesin AC terasa
mendukung Sofia dan Herlin bahwa mereka benar-benar bersalah, sunyi dan wangi
kahas ruangBK itu membuat jantung mereka semakin tidak meentu, berkas-berkas
rapi yang tertata di rak buku yang mengapit mereka seaakan membisu tak mau
tahu, Suara printer yang sedang aktiv mengoles lembar demi lembar kertas
sedikit memecah keheningan.
“Sudah berapa
kali kalian masuk ruangan saya ini?” tanya Bu Tanty yang cantik dengan polesan
bibirnya yang merah karena lipstik yang di pakai terlalu tebal dan bedak
yangterlalu tebal pula di sekitar raut wajahnya, tailalat tangditumbuhi
beberapa rambut kecil yang berada di dagunya merupakn ciri kahas dalam
mengenali Bu Tanty. Tangannya sedang asaik mencatat hal-hal yang mungkin sudah
menjadi pekerjannya.
“ Baru tiga kail
kan bu” Jwab sofia
“Bukan sof bukan
tapi lima kali” tolak Herlin
“ah kau ini Lin”
kaki sofia menginjak kaki herlin dengan sengaja
“aduh kakiku”
jerit herlin kesal
“iya bu saya
lupa ternyata sudah lima kali ya bu” jawab sofia yang menyesal
“CUMA... apa
kamu bilan CUMA?? Aduh-aduh pemborosan tenaga jika saya memarahi kalian berdua”
“Pak Kharom
tolong panggilkan siswa siswi yang tadi sedang bersama mereka”
“Herlin tadi ada
berapa orang yang sedang bersama kamu?” tanya bu tanty pada herlin yang lebih
bisa di percaya di bandingkam sofia.
“enam bu”
“siapa saja?”
“Saya, Sofia,
Nasution , Damara, Anjar dan Bona”
“mereka teman
sekelas kamu bukan?”
“iya bu XII IPA
C”
“Pak Kharom
cepat panggil mereka ber empat kesini”
“bail bu saya
laksanakan”
Pak Kharom menuju kelas XII IPA C
yang berada di sebelah kelas XII IPA B. Sepatu boots itu mulai memesuki pintu
kelas. Anjar yang duduk di sebelah damara nafasnya terengah-engah akibat
berlarian tak tentu arah, bukan hanya anjar damara juga, damara menaruh
kepalanya di tembok untuk bersender sebentar raut wajahnya sangat terlihat
letih.
“Gu gu e
bbbaaakal kurusss ka kalo gini tte terus njar” suara damara tersendat-sendat
“ Halah itung
itung elu olahraga hahahaha” jawab anjar sembari mengusap keringat yang hampir
menetes di sela rambuk pendeknya
“ahhh kalian
banyak omong itu tu liat ada Pak Kharom tamatlah riwayat kita” sahutBona yang
duduk di belakang anjar, Bona membuka kancing bajunya bagian atas karena
kegerahan dengan keringat yang bercucuran
“ehh elu tau
Sofia sma Herlin lari kemana nggak? Kok mereka belum nyampai di kelas ya” kata
Nasution tiba-tiba sambil menyandarkan
kepalanya di atas meja yang ada di depannya.
“emmmmmmmmmmmmmm”
serempak ke tigemannya menggelengdan mengangkat bahunya keatas.
“Permisi pak”
suara pak kharom yang besar dan menakutkan layangnya buto ijo yang hendak
mencari timun emas.
Nasution, Anjar,
Bona dan Damara kaget dengan suara itu,
dan mereka berpura-pura membaca dan membuka buku-buku pelajaran saat itu yakni
pelajaran Bahasa Inggris.
“iya pak kharom
ada yang bisa saya bantu?” jawab pak Ikhsan sembari mendekat ke pak kharom
“begini pak saya
hendak memanggil murid bapak yang bernama Nasution, Damara, Bona dann......
uuuhhh dan...”
“Anjar maksud
bapak?”
“iya pak benar
anjar”
“iya pak
silahkan”
“Heii kalian ber
emapat yang duduk di pojok” Pak kharom mengarahkan jari telunjuknya ke arah mereka berempat namu
mereka pura-pura tidak mendengar dan engabaikan suara si buto ijo tadi. Semua
mata teman-teman sekelas mengarah kepada mereka.
“Heii janagn
pura-pura tidak tahu” gerutu pak kharom kesal.
Anja berdiri dan
berkata “ iya pak ada apa dengan kami?”
“ayo kaliann ber
empat ikutbapak ke BK ini perintah ibu tanty”
Suasana menhjadi
tegang merekapun menurut karena mereka yakin sofia dan herlin sudah tertangkap
terlebih dahulu.
“baiklah pak”
seru mereka berempat
Teman-teman
sekelas menertawakan mereka namun dengan pandangan tak heran karena mereka
akhir-akhir ini suda biasa berurusan dengan BK karena membolos saat jam
pelajaran pak Ikhsan, guru yang sabar,ramah dan selalu memberi nlai baik pada
muridnya walaupun muridnya tidak bisa menjawab pertanyannya. Pak Ikhsan khas
dengan sepedamotor buntutnya yang knalpotnya mengeluarkan asap ketika di stater
sehingga menimbulkan suara bising dan pencemaran udara.
Tidak berapa lama mereka sampai pada
ruangan yang akan menjadi tempat pengadilannya yang memutuskan akan dapat
hukuman apakah mereka.
Suara pintu kaca
ruang BK mulai terbuka, mata Bu Tnty mulai menuju ke arah pintu.
“permisi bu...
ini saya bawa teman-temen mereka yang ikut dalam khasus pengeblongan”
“Haii Ibu
Tanty... hari yang cerah ya bu, hari ini ibu terlihat lebih cantik dari hari
sebelumnya” celetuk Bona sambil tersenym manis pada Bu Tanty
“iya terimakasih
pak kharom, silahkan anda keluar” pak kharim pun keluar punggungnya sudah tak
terlihat karena terhalangi pintu.
“Haiiii nak Bona
benarkah ibu cantik hari ini? Ibu senang sekali kamu mengatakan hal itu” Bu
tanty seperti terbang tinggi ke langit kee tujuh, dia mengambil kaca dan
melihat wajahnya sendiri dan tersenyum.
“wahhh saya
memang cantik, apakah Lipstik saya ketebalan?’’ bu tanty mengecap-ngecap
bibirnya yang terlihat sexy di kacanya.
“emmmmmmm
sudahlah kurasa saya sudah cantik sejak saya lahir, makannya saya mendapat
suami yang ganteng dan gagah, ahh perfect deh pokoknya” Bu tanty mulai stay
cool.
“Kalian tadi
sedang apa di bawah pohon csamping Lab kimia itu?” gertak bu tanty yang mulai
serius.
“Kami hanua
berkumpul sebentar bu karena tadi pak Ikhsan belum datang karena sepedamotonya
mogok di jalan” jawab anjar tegas.
Teman-teman yang
lainnya menundukan kepala sambil tertawa kecil karena tingkah Bu tnty yang aneh
tadi.
“Jadi itu alasan
kalian?”
“iya buu” mereka
berenam mejawab kompak
“Baiklah bisa di
terima akal saya, tapi bukankah lebih baik jika kalian sedang menunggu guru
kalain, kalian belajar dikelas”
“Tadi pak Ikhsan
memberi tugas mencari artikel di perpustakaan bu, tapi kita mampir dulu sejenak
di pohon cinta, karena situasi perpustakaan saat itu sedang ramai”
bantahNasution yang pandai dalam memutarbalikan fakta.
“iya bu
terkadang kita harus mentoleri atas kesalahan seseorang” Bona mencoba menambahi
dengan nada genit. Dan Bu Tanty pun terlihat sedikit luluh hatinya karena
melihat pesona dan rayuan Bona.
“Benar juga,
lagian sebentar lagi kalian akan menghadapi Ujian Nasional jadi nggk mungkin
ibu harus men-skors kalian lagi karena kalian sangat butuh pematangan belajar.
Sudahlah saya ampuni kesalahan kalian yang ke lima ini tapi janji kalain jangan
mengulanginnya lagi karena itu merupakan contoh tidak terpuji unyuk adik kelas
kalian”
Kata-kata bu
tanty membuat kepala mereka yang merunduk menjadi terangkat.
“Yeeeeeeeeeeeeee..............
terimakasih bu” jerit mereka ber enam
“Suda sana
lanjutkan pelajaran kalian di kelas’’
“baiklahh ibu
tanty cantikkkk”
Suara mereka
tampak riang. Satu persatu mereka keluar dari ruangan.
“Bona tunggu”
kata bu tanty memanggil nama bona
“iya bu ada
apa?”
“apa ibu
benar-benar cantik? Apa ibu masih terlihat muda?” tangan bu tanty mulai menata
rambut keritingnya.
“tentu bu” kedua
jempol tangan bona di lontarkan ke depan.
“ahhh kamu ini
bisa saja nak Bona,yasudah kalau ibu masih cantik ibu lega soalnya nanti malam
ibu akan dinner sama suami ibu”
Bona tersenyum
lebar hingga giginya yang rapidan putih itu terlihat.
“Baiklah buu
saya permisi, good luck ya bu buat malam ini” maklumlah bu tanty baru saja
menikah jadi dia ingin memberikan suaminya yang terbaik.
Bona mengerutkan
alisnya sambil keluar dari ruangan itu.
3 Bulan
kemudian....
Mereka
memang sudah kapok untuk masuk ruangan itu kini menghadapi Ujian Nasional.
Suasana Ujian
Nasional di SMA Negeri 9 Malang begitu sunyi tidak terjadi kegaduhan selama
empat hari berjalan dengan lancar.
SMA Negeri 9
Malang memeng sekolah yang pada mulanya peserta didiknya sudah mempunyai
potensi akademik di atas rata-rata.
Pengumuman kelulusan telah datang.
Hari itu mereka telah mempersiapkan diri mereka untuk melihat apa yang kan
mereka lihat di papan pengumuman nantinya. Banyak siswa-siswi berdesakan untuk
melihat tinta yang ada di kertas pengumuman. Siswa-siswi yang sudah mengetahui
bahwa dia lulus mereka mengekspresikan kegembiraan mereka dalam berbagai jenis,
ada yang langsung sujud syukur, ada yang menangis karena saking gembiranya, ada
yang saling berpelukan bahkan ada yan berlarian tak jelas.
Sofia mulai
menerobos kerumunan yang adadi depan ruangan guru itu, jari-jari sofia mulai
mencari namanya dan nama teman-temanya.
Anjar Darmatantra
|
XII IPA C
|
LULUS
|
Bona Wirantama Putra
|
XII IPA C
|
LULUS
|
Damara Nur Ikhsan
|
XII IPA C
|
LULUS
|
Herlin Dwi Pradirta
|
XII IPA C
|
LULUS
|
Nasution Prayoga
|
XII IPA C
|
LULUS
|
Sofia Indah Hassanudin
|
XII IPA C
|
LULUS
|
“Heii kita LULUS
semua teman-teman” teriak sofia yang sedang berjuang keluar dari kerumunan
untuk memberi kabar gembira pada teman-temannya.
“kita lulus
semua kita lulus” kata sofia sambil loncat-loncat
“Syukurlah”
Herlin menangis di pundak Damara
“Ahh beneran kan
lu sof? Nama gue ada tulisannya luluskan?” sahut Nasution tak percaya
Nasution
berlonjak-lonjak gembira, sofi dan anjar saling berpelukan, damara menenangkan
herlin yang menangis karena luapan kegemiraan, bona berlari-lari entah kemana.
Betapa
bahagiannya mereka karena bukan hanya lulus namun mereka mendapatkan nilai
tertinggi di sekolahan itu.
Massaku kini telah berlalu
Massa dimana ku kenakan seragam
kebanggaanku
Putih... Abu-abu
Episode terindah telah terukir
Dalam guratan tinta kedamaian
Sosok wajah yang tak bisa kulihat seperti
biasa
Teman terhebatku
Teman terbaikku
Guru sejatiku yang mengajari
kedewasaan
Demi massa meninggalkan kalain
adalah hal tersulit
Tetesan air mata yang berderai
Peluk dan cium mulai menyapu
Kalimat sejati untuk sahabat sejati
Perpisahan menjadi bukti pertemuan
kita
Selamat menempuh hari suksesmu
BONA
“Kring... kring.. kring..” alaram di
kamar bona terdengar hingga dari luar pintu kamarnya. Tangan Bona mencari-cari
arah sumber suara itu, sedangkan tubuhnya masih terbungkus hangat oleh selimut
tebalnya, tangannya mulai meraba isi meja sehingga alaramnya terjatuh
“Prakkkkkkk..”
Dari dalam
selimut mata Bona melotot “jam berapa ini?” teriak bona kaget dan sesegera
bangkit dari tanjang empuknya sembari sibuk mencari Handphonenya. Dia melihat
arah jam digital dalam Handphonenya “Haaa Setengah delapan? Ah bego banget
gue!!”
Bona segera
mengambil handuknya dan masuk dalam kamar mandi.
5 menit... 7
Menit.... 10 Menit kuarang 6 Detik
Suara kpintu
kamar mandi bona terbuka, Bona sudah selesai membersihkan badannya
“Ah.. mandi
bebek ni gue, bodo amet yang penting kuliah”
Dia membuka
lemari pakaiannya dan mengambil kaos Dierynya berwarna putih dengan motif huruf
di bagian depan kaosnya. Dengan terpincang-pincang dia memasukan kakinya pada
celana jeansnya. Dia mengambil tasnya lalu berangkat kuliah, bona tak menyentuh
satupun makanan yang ada di meja makan, dia lalu mengambil sepeda fixenya yang ada di garasi kosnya.
ITB (Institut
Teknologi Bandung)
Seaakan mimpi
Bona terjawab, dia memasuki gerbang ITB dengan pesona tampan wajahnya dan
kepedeannya yang melebihi 100%
Ya inilah Bona
Wirantama Putra cowok yang berasal dari Medan ini mempunyai kulit putih, rambut
yang beraliran harazuku, bona selalu tampil keren dan wangi
Bona adalah
cowok yang playboy, ketampanannya membuat dia menjadi cowok yang di fans
beratkan oleh para kaum adam, jadi tidak heran kalau bona mempunyai mantan
pacar lebih dari sepuluh. Namun dari sekian banyaknya mantan bona, bona
bertekuk lutut pada Luna, mantan terakhir bona yang smart, aktiv beroganisasi
dan pastinya cantik. Bona harus meninggalkan Lunakarena jarak mereka yang
begitu jauh (Bandung-Malang) lagipula luna masih duduk di bangku SMA dan bona
harus mengapai cita-citanya. Keinginan terpendam dari Bona adalah makan malam
romantis bersama luna, keluarga bona dan ke lima sahabat bona.
NASUTION
Cowok asal NTT yang menetap di
Malang sejak dia berumur 11 Tahun. Nasution di boyong oleh kedua orangtuannya
ke Malang karena pekerjaan papa Nasution yang mengharuskan pindah-pindah kota,
bahkan Nasution pernah TK di Makassar, SD di Surabaya dan SMP hingga SMA
nasution menetap di Malang.
“Gila Jakarta
panas bener ya, kayak lautan mobil kalau macet gini”
Nasution berada
dalam Busway ia hendak menuju ke tempat kuliahnya tepatnya di UPI (Universitas
Pendidikan Indonesia).
Nasution adalah
cowok bwerkulit hitam, mempunyai hidung mancing dan mata yang tidak terlalu
sipit, dia selalu menggunakan karet gelang yang ia pasang di pergelangan tangan
kirinya, Karet gelang ini adalah pemberian dari orangtuanya karena di ataskaret
gelang itu terdapat ukiran nama papa dan mama Nasution.
Cita-cita
Nasution amatlah sederhana ia ingin menjadi kuru Matematika di kampung
halamannya NTT. Nasution sangat mendambakan Anjar karena di mata Nasution
wanita tomboy namun cantik itu langka.
“Heyy bang
kenapa ula kau ini” seletuk teman Nasution yang duduk di sebelah kanannya
“Ah kau ini
mengagetkan orang saja, aku ini sedang melamunkan wanita idamanku, aku
merindukannya” jawab nasution kesal karena dia sedang asik membayangkan anjar.
Tegaradalah
teman Nasution di Jakarta bahkan kini Tegar tinggal serumah dengan Nasution,
dia nge-kos di rumah Nasution, sekarang telah berkumpul dengan keluargannya
karena sekarang pap Nasution dipekerjakan menetap di Jakarta.
DAMARA
Suaana Caffe Kenze yang begitu ramai
di penuhi oleh para muda-mudi yang gemar menghabiskan waktunya untuk sejenak
bersantai di Caffe Kenze.
Sosok bertubuh
besar terlihat di meja nomor 12 tepatnya di lantai dua.
“Damara...”
Suara wanita cantik memanggil nama damara sembari mendekat ke arah Daamara.
“Haii senang
bertemu kamu silahkan duduk, saya sudah pesan Burger kesukaan kamu seperti
biasanya”
“Terimakasih
damara kamu selalu tahu bagaimana cara membahagiakan hati kekasihmu ini”
Wanita cantik
berkerudung dengan baju yang sopan sedang berada di depan mata Damara, Damara
mulai menyukai wanita bernama Sarah itu ketika masa OSPEK di UI (Uiversitas
Indonesia). Damara adalah salah satu mahasiswa di UI fakultas Hukum. Damara
sangatlah di segani oleh banyak temannya karena sikap damara yang ramah dna
suka bersosialisasi. Jadi tidak heran jika gadis cantik itu menyukai damara.
Kafe Kenze
adalah tempat nongkrong Damara, terkadang dia juga bertemu dengan Nasution yang
masih dalam satu wilayah dengan damara.
SOFIA DAN HERLIN
Jalan kota Yokyakarta yang mulai
ramai dengan wisatawan yang datanuntuk membeli pernak-pernik ataupun hanya
sekedar melihat-lihat pesona indah objek wisatadi Yokyakarta. Di Jalan
Malioboro terlihat dua gadis bernama Sofia dan Herlin mereka memeng tidak di pisahkan
karena sejak SD mereka sudah menjadi teman sekelas. Dan kinipun mereka masuk
dalam satu Universitas yakni UGM (Universitas Gajah Mada). Sofia mengambil
jurusan Teknik sipil dan herlin mengambil sastra indonesia karena herlin suka
membaca dan menulis jadi pantaslah dia masuk dalam jurusn tersebut. Sofia dan
herlin mempunyai tanggal lahir yang sama sehingga watak dan karakter mereka
hampir sama maka dari itu mereka merasa cocok satu sama lain.
ANJAR
Siapa yang menyangka, Anjar dahulu
adalah sosok yang tomboy namun sekarang berbah derastis kini anjar terdaftar
sebagai Mahasiswi Fakultas kedokteran di UB (Universitas Brawijaya).
Anjar memutuskan
untuk tetap kulia di Kota Malang karena dia berpikiran kalau suatu saat nanti
pasti teman-temannya akan merindukan kota penuh kenanagn ini dan anjar berharap
mereka bisa mendatangi kota yang menjadi tempat terbangunnya persahabatan
mereka.
Suasana SMA Negeri 9 Malang tampak
lengang pada sore hari. Anjar dudik di bawah pohon Cint, sudah satu tahun lebih
mereka terpisah jarak satu sama lain, mereka tak pernah bertemu bahkan untuk
saling berkomunikasi sangat jarang pada akhir-akhir ini.
“ahhh mungkin
mereka sibuk dengan tugas-tugas mereka” pikir anjar ber positif thinking
“atau
jangan-jangan mereka sudah lupa akan persahabatan kita?” setan mulai mendatangi
piiran Anjar.
Pohon cinta menjatuhkan daunnya yang
basah karena dia tau sedang ada yang bersedih. Anjar mulai mengeluarkan
Handphonenya dia mulai menekan kipet handphonenya dan menulis sebuah pesan
singkat.
Haii teman-teman apa kabar kalian
sekarang?, aku sedang berada di bawah pohon cinta nii karena aku sedang
merindukan kalian, setelah semester dua selesai kalian luangkan waktu kalian ya
untuk bernostalgia di Kota Malang, aku tunggu di pohon cinta 9 Oktober 2012
pukul 07.00 WIB
Send to :
-Bona
-Damara
-Herlin
-Nasution
-Sofia
TERKIRIM.....
Pesan Anjar
sudah terkirim dan para sahabatnya meresponnya dengan senang dan mereka
berjanji akan datang. Betapa senangnya hati Anjar dan para angin menyampaikan
kabar gembira ini pada pohon cinta.
“Heii nak Anjar
sedang apa kau disana?” suara dari kejauhan terdengar.
“Pak Kharom kah
itu?” jawab anjar yang melihat pak Kharom semakin mendekat padanya.
“Iya nak, sedang
apa kau disini nak?”
“saya tidak
sedang membolos mata pelajaran pak, saya hanya merindukan teman-teman saya pak,
apakah bapak akan membawa saya ke ruangan bu tanty lagi?”
“Hahahahaha..
tentu tidak nak, bapak sudah tidak ada wewenang untuk menghukum kamu, kan kamu
sudah tidak bersekolah disini lagi, hari sudah hampir malam pulanglah ibumu
pasti mencarimu”
“baiklah pak
selamat bertugas malam ya pak” Anjar
tersenyum pada pak Kharom
9 0ktober 2012
Jam tujuh pagi
anjar sudah berada di sekolah mereka yang dulu di SMA Negeri 9 Malang, Anjar
mulai menanti-nanti akan kedatangan ke enam temannya. Satu jam berlalu anjar
mulai cemas dan tak berharap banyak atas kedatangan mereka.
Dari kejauhan
muncul sosok Nasution dan Damara yang
sedang berjalan menuju pohon cinta
Tak lama
menyusul Sofia dan herlin. Betapa senang hati anjar dapat melihat sosok mereka
lagi. Nasution menggunakan jaket kulitnya yang seperti biasa dia gunakan saat
bepergian jauh, Damara mengenakan jempernya, Sofia tampak lebih cantik dengan
rambutnya yang di catok lurus dan Herlin menggunakan kacamata barunya ber frame
putih.
Tapi diantara
mereka belum nampak sosok Bona, mereka ber lima sabar menanti kedatangan Bona
sambil bercakap-cakap tentang pengalaman mereka setelah masuk kuliah.
Jam 09.00 nampak sosok bona sedang
berlari dengan senyuman, sepertinya bona terlihat senan untuk menyambut hari
itu.
“hahahaha
nungguin cowok ganteng ya??” kata bona bercanda
“ganteng
katamu??? Hahahahaha” jawab teman-temannya.
“maaf telat tadi
macet banget, oh ya rencana kita mau kemana nih?”
“Ke Bali” kata
anjar
“hah beneran lu
njar?”
“iya bener!!
Kita butuh waktu untuk bersama bukan??”
“Gue setuju
banget njar, gue udah kangen sama Bali” kata Damara
“oke kita
berangkat sekarang yaaa”
Akhirnya mereka berangkat naik
pesawat dari surabaya...
Sampailah mereka
di Kota Bali, Kota yang penuh dengan
sejuta keindahan. Mereka memutuskan untuk beristirahat di Hotel terlebih
dahulu.
Anjar menyusun
rencana tempat yang akan mereka kunjungi. Pagi ini mereka akan melihat Sunrise
di pantai Kuta, makan siang di restoran hotel pagi ini begitu indah, setelah
sarapan mereka berangkat menuju pantai kuta.
“Gila liat tuhh
matahari mau keluar” kata Nasution
Mereka berenam
berbaring berjajar diatas pasir sambil menikmati pancaran hangat sang Surya
yang hendak keluar memberi cahaya bumi.
“Andai gue bisa
lia ini bareng Luna” kata bona yang mengharapkan kedtangan Luna
Nasution yang
berada di sebelah sofia mulai beramarh tamah pada sofia
“Indah ya sof?”
“iya nas, jarang
jarang kita bisa liat hal kayak gini bersama-sama”
“iya sof, aku
bahagia karena bisa melihat sunrise sama kamu”
“hahahaha maksud
kamu apa? Bukankah kita sedang berenam”
“ehh iya kita
kan sedang bersama hehehehe..”
Nasution hampir
keceplosan ingin mengungkapkan bahwa dia bahagia bisa berada di samping wanita
yang sudah ia tunggu sejak lama.
Setelah itu mereka memutuskan untuk
bermain volly bersama. Dan mengelilingi kota bali.
Dua hari telah
mereka lewati, saat acara makan malam bersama disinilah moment yang tepat untuk
saling berbagi pengalaman.
Suara lagu Adele
“Someone Like You” terdengar ternyata suara Handphone Anjar.
“sebentar ya
teman-teman pap aku telfon nih”
Anjar mulai
menjauh sedikit dari keramaian teman-temannya dan tiba-tiba Handphone Anjar
terjatuh, anjar menangis dan raut wajahnya seakan tak percaya dengan apa yang
telah dia dengar.
Anjar berlari
menuju kamar hotel, semua teman-temannya bingung mereka mengikuti anjar, anjar
tak berbicara sepatah katapun dia hanya menangis dan menangis sambil merapikan
bajunya ke dalam koper.
“Gue mau pulang
sekarang” kata anjar sambil menangis
“lo kenapa njar
cerita dulu baru kita ijinkan elu pulang” kata Herlin yang sedang berusaha
menenangkan Anjar
“papa gue
telfon, katanya mama mengalami musibah kecelakaan dan sekarang mama sedang koma
di Rumah Sakit, gue ngk bisa dong bersenang-senang sedangkan mama gue lagi
sakit gini” anjar mulai menjelaskan
Teman-teman yang
lainnya menangis dan mulai menenangkan hati anjar, mereka mengijinkan Anjar
untuk berangkat ke Malang Malam itu juga. Padhal rencana mereka adalah pulang
besok pagi naik bus jadi tiket bus dan kapal untuk Anjar tidak terpakai.
Malam itu juga
mereka mengantar anjar ke Airport. Dan malam itu juga Anjar meninggalkan mereka
di Bali.
Keesokan harinya Anjar menelfon
Damara dia berkata bahwa mamanya sudah pulang kerahmatullah ketika anjar sampai
dan memeluk mamanya. Damara mengabarkan berita ini ke teman-teman yang lainnya,
sesegera mungkin mereka membereskan pakaian mereka dan berangkat ke Airport,
mereka tidak jadi menggumakan bus dan kapal karena itu terlalu lama.
Sampailah mereka di Bandara Juanda
Surabaya, perjalanan surabaya menuju malang terasa sangat lama, saat itu bus
sedang sepi penumpang, mereka berenam memutuskan untuk menanbah kecepatan
karena ajar menyuruh kita agar cepat sampai di malang dan bisa melihat mamnya
di makamkan. Tapi tak di sangka ternyata bus mengalai Rem Blong.
Semua panik,
mereka yang ada di dalam bus tidak tau harus berbuat apa, apakah mereka harus
loncat atau berdiam diri. Sang supir tampak pasrah dan membanting stir ke kiri,
siapa yang menyangka bahwa di kiri jalan adalah Jurang yang terjal.
Nasution,Damara,Bona,Herlin
dan Anjar mereka berdoa bersama dan saling berpelukan. Bus mulai tak terkendali
para penumpang lainnya menjerit-jerit pasrah
“aaaaaaaaaaaaaa
tidakkkkkkkkk.....”
“Brakkkkkkkk”
Awak badan bus
terjatuh di jurang. Dan buspun tak bisa di jelaskan sekarang berbentuk apa.
Mendengar kabar kecelakaan bus yang
di tumpangi oleh teman-temannya Anjar menjadi shock, pemakaman ibunya di tunda
karena anjar ingin melihat ke TKP langsung.
Evakuasi sedang
berlangsung, anjar ingin sekali turun ke bawah dan mencari teman-temannya namun
pak polisi tidak memperbolehkan.
Anjar mencari
temannya di tenda evakuasi, anjar mulai melihat sosok mayat yang tertutup
mukannya namun di pergelangan tangan kirinya seperti karetgelang nilik
Nasution, anjar mulai membuka penutup wajah si mayat dan ternyata benar itu
adalah mayat Nasutiom, Anjar seakaan tak percaya ia membuka lagi mayat yang ada
di samping Nasution dan ternyata mayat Bona, Anjar semakin histeris ia mar dia
membuka penutup wajah mayat tiga baris di samping mayat Bona, dan...
“TIDAKKKKKK ini tidak mungkin kenapa Tuhan mengambil
semua orang yang aku sayangi, kenapa Tuhan”
Anjar mulai tak
terkendali ketika melihat dengan jelas mayat ke lima temannya berlumuran darah,
anjar pingsan dan ketika dia sadar dia hanya bengog dan air matanya selalu
mengalir.
Pada akhirnya Mayat ke lima
teman-temannya di makamkan bersamaan dengan ibu Anjar, anjar tak bisa berkata
apa apa di tempat pemakaman anjar tak mau pulang anjar terus memeluk makam sang
ibu, Hujanpun turun namun anjar tetap tidak mau pulang
Anjar menggunakan baju hitam-hitam
dia berlari menuju SMA 9 Malang dia menangir tersendak sendak di bawah Pohon
Cinta, Anjar mengungkapkan semua yang ada di dalam hatinnya saat ini.
“Wahai pohon
yang indah mengapa engkau tak bersemi? Kenapa engkau mengering? Bukankah ini
adalah musim semi? Apa kalian merasakan apa yang sedang aku rasakan? Tuhan
telanh mengambil eman orang yang aku sayangi lima sahabatku dan ibuku, Tuhan
tidak adil padaku, cobaan ini sangat berat, aku tak bisa meghadapinnya sendiri
aku tak kuat TUHAN, kenapa engkau tak mengambil raga ini sekalian agar aku bisa
daai bersama mereka di Suraga, Cabut nyawaku sekarang TUHAN ambil aku sekarang,
aku yang bersalah atas kematian ke lima temanku, akulah yang menyuruh mereka
segera pulang, aku Tuhan aku yang seharusnya kau ambil bukan mereka”
Anjar menangis
di pangkuan akar pohon cinta yang besar, dia tak tahu harus berbuat apalagi
yang bisa di lakukan adalah mengikhlaskan kepergian mereka dan mewujudkan
cita-cita persahabatan mereka
3 Tahun kemudian, Anjar sudah mulai
terbiasa hidup tanpa mereka, selama tiga tahun ini setiap minggunya anjar
mennengok makam teman-temannya dan ibunya, kini anjar mrnjadi pribadi yang
lebih tertutup, setelah lulus nanti dia ingin mengabdi di NTT menjadi dokter di
sana, menyelamatkan hidup orang orang adalah cita-cita anjar saat ini karena
anjar tak ingin melihat seseorang kehilangan hidupnya dengan sia-sia.
-The End-






