Entri Populer

Jumat, 18 Mei 2012

Cerpen


Anjar

            “Karena persahabatan adalah episede terindah dalam kehidupan”. Suara keras dari arah utara Lab Kimia tepatnya di bawah pohon besar yang sering di sapa Pohon Cinta, karena pohon yang rindang itu menciptakan rasa teduh apabila kita berada di bawahnya, bukan hanya teduh tubuh kita hati ktapun menjadi lebih damai jika duduk di bawah pohon itu dan seakan pohon mengerti akan peraaan kita, terkadang pohon menjatuhkan daun-daun basahnya ketika seseorang sedang bersedih di pangkuan akarnya yang besar yang menjalar hingga di permukaan tanah.
            “Satu.......Dua......Tiga....” tangan mereka saling bertumpuk, mereka ai mereka adalah enam anak manusia yang sedang berkumpul saat jam pelajaran, mereka melakukan ritual berkumpul ini karena mereka merasa jenuh dengan sekolah, mereka ingin sebuah refrehing, jadi mereka bercanda ria di bawah pohon cinta namun waktu merekalah yang salah.
“Kita selamanya dan kita tak bisa terpisahkan”  mereka berseru akan janji mereka. Pohon cinta mejadi saksi akan persahabatan mereka yang di bangun pada tiga tahun belakanagan ini. Tangan itu sontak di hembuskan dari atas ke bawah dengan kekuatan penuh semangat persahabatan, mereka tertawa sambil berpelukan dan memandang ke atas pohon, dan seakan pohon mengerti akan yang terjadi, pohonpun mendesis seperti berbisik oleh udara-udara di sekitar,daun demi daun menyampaikan kabar bahagia yang sedang terjadi, mereka seakan tertawa lepas seperti tawa ke enam sahabat itu.
            “Heiiiiiiiii kalian!! Sedang apa di situ?”
Serentak mereka menoleh ke arah sumber suara, di depan toilet pria tepatnya berdiri sosok raksasa tangguh berjengot lebat dan berbadan kekar, dan berkuit sawo matang denga peluit yang selalu di gantungkan di lehernya, seragam atasan berwarna putih , bawahan biru matang dan di topi gagahnya tertulis “SCURITY”
“Pak Kharom!!!!” teriak mereka berenam sambil berlari terbiri-birit untuk mengamankan diri mereka masing-masing.
            Sofia dan Herlin mereka berlari menuju perpustakaansekolah, seakaan tak punya salah apa-apa mereka tersenyum rama pada penjaga perpustakaan dan para siswa yang sedang asik membaca di dalam perpustakaan, Sofia dan herlin mereka bersembunyi di pojokan rak besar berumpukan novel-novel remaja,mereka menutup muka mereka dengan buku apapun yang sedang mereka pegang.
“Bego lu Lin... buku lo kebalik” pekik sofi pelan
“Uhhhh... masak sih sof?” Herlin muai melihat sampul depan buku yang ia pegang
“Hahahaha.. iya bego bener gue ya sof”
            Sepau boots Pak Kharom terdengar dan suara hentakannya mulai memesuki ruang perpustakaan.
“Permisi Bu Hari apa tadi anda melihat dua orang siswi lari masuk ruangan ibu?” tanya Pak Kharom dengan nada sangat sopan. Bu Hari yang usiannya sudah tidak muda lagi menjawab dengan senyuman
“apakah siswi itu berbando dan satunya berkuncir memakai kacamata?”
“benar sekali bu, apa ibu melihatnya?”
Ibu Hari tersenyum kecil dan mengangkat tangannya sembari jarinnya menujuk ke arah rak buku besar berada di pojok ruangan
“mungkin Pak Kharom bisa mencarinya di situ”
Dug... Dug,.... Dug... suara sepatu boots besar itu mulai mendekat. Herlin cemas dia mencari kesibukan memilah-milah buku, dan tak sengaja dia menjatuhkan sebuah buku.
“Lha....kena kalian sekarang mau lari kemana” mereka berdua cengar-cengir
“Heee iya pak ampunnn” jawab Herlin pasrah. Sofia menyahut
‘‘Kami kan hanya memanfaatkan waktu kosong pak”
“Sudah jelaskan nanti saja di ruang BK (Bimbingan Konserling)


RUANG BK
            Suara desisan mesin AC terasa mendukung Sofia dan Herlin bahwa mereka benar-benar bersalah, sunyi dan wangi kahas ruangBK itu membuat jantung mereka semakin tidak meentu, berkas-berkas rapi yang tertata di rak buku yang mengapit mereka seaakan membisu tak mau tahu, Suara printer yang sedang aktiv mengoles lembar demi lembar kertas sedikit memecah keheningan.
“Sudah berapa kali kalian masuk ruangan saya ini?” tanya Bu Tanty yang cantik dengan polesan bibirnya yang merah karena lipstik yang di pakai terlalu tebal dan bedak yangterlalu tebal pula di sekitar raut wajahnya, tailalat tangditumbuhi beberapa rambut kecil yang berada di dagunya merupakn ciri kahas dalam mengenali Bu Tanty. Tangannya sedang asaik mencatat hal-hal yang mungkin sudah menjadi pekerjannya.
“ Baru tiga kail kan bu” Jwab sofia
“Bukan sof bukan tapi lima kali” tolak Herlin
“ah kau ini Lin” kaki sofia menginjak kaki herlin dengan sengaja
“aduh kakiku” jerit herlin kesal
“iya bu saya lupa ternyata sudah lima kali ya bu” jawab sofia yang menyesal
“CUMA... apa kamu bilan CUMA?? Aduh-aduh pemborosan tenaga jika saya memarahi kalian berdua”
“Pak Kharom tolong panggilkan siswa siswi yang tadi sedang bersama mereka”
“Herlin tadi ada berapa orang yang sedang bersama kamu?” tanya bu tanty pada herlin yang lebih bisa di percaya di bandingkam sofia.
“enam bu”
“siapa saja?”
“Saya, Sofia, Nasution , Damara, Anjar dan Bona”
“mereka teman sekelas kamu bukan?”
“iya bu XII IPA C”
“Pak Kharom cepat panggil mereka ber empat kesini”
“bail bu saya laksanakan”
            Pak Kharom menuju kelas XII IPA C yang berada di sebelah kelas XII IPA B. Sepatu boots itu mulai memesuki pintu kelas. Anjar yang duduk di sebelah damara nafasnya terengah-engah akibat berlarian tak tentu arah, bukan hanya anjar damara juga, damara menaruh kepalanya di tembok untuk bersender sebentar raut wajahnya sangat terlihat letih.
“Gu gu e bbbaaakal kurusss ka kalo gini tte terus njar” suara damara tersendat-sendat
“ Halah itung itung elu olahraga hahahaha” jawab anjar sembari mengusap keringat yang hampir menetes di sela rambuk pendeknya
“ahhh kalian banyak omong itu tu liat ada Pak Kharom tamatlah riwayat kita” sahutBona yang duduk di belakang anjar, Bona membuka kancing bajunya bagian atas karena kegerahan dengan keringat yang bercucuran
“ehh elu tau Sofia sma Herlin lari kemana nggak? Kok mereka belum nyampai di kelas ya” kata Nasution tiba-tiba  sambil menyandarkan kepalanya di atas meja yang ada di depannya.
“emmmmmmmmmmmmmm” serempak ke tigemannya menggelengdan mengangkat bahunya keatas.
“Permisi pak” suara pak kharom yang besar dan menakutkan layangnya buto ijo yang hendak mencari timun emas.
Nasution, Anjar, Bona dan Damara  kaget dengan suara itu, dan mereka berpura-pura membaca dan membuka buku-buku pelajaran saat itu yakni pelajaran Bahasa Inggris.
“iya pak kharom ada yang bisa saya bantu?” jawab pak Ikhsan sembari mendekat ke pak kharom
“begini pak saya hendak memanggil murid bapak yang bernama Nasution, Damara, Bona dann...... uuuhhh dan...”
“Anjar maksud bapak?”
“iya pak benar anjar”
“iya pak silahkan”
“Heii kalian ber emapat yang duduk di pojok” Pak kharom mengarahkan  jari telunjuknya ke arah mereka berempat namu mereka pura-pura tidak mendengar dan engabaikan suara si buto ijo tadi. Semua mata teman-teman sekelas mengarah kepada mereka.
“Heii janagn pura-pura tidak tahu” gerutu pak kharom kesal.
Anja berdiri dan berkata “ iya pak ada apa dengan kami?”
“ayo kaliann ber empat ikutbapak ke BK ini perintah ibu tanty”
Suasana menhjadi tegang merekapun menurut karena mereka yakin sofia dan herlin sudah tertangkap terlebih dahulu.
“baiklah pak” seru mereka berempat
Teman-teman sekelas menertawakan mereka namun dengan pandangan tak heran karena mereka akhir-akhir ini suda biasa berurusan dengan BK karena membolos saat jam pelajaran pak Ikhsan, guru yang sabar,ramah dan selalu memberi nlai baik pada muridnya walaupun muridnya tidak bisa menjawab pertanyannya. Pak Ikhsan khas dengan sepedamotor buntutnya yang knalpotnya mengeluarkan asap ketika di stater sehingga menimbulkan suara bising dan pencemaran udara.

            Tidak berapa lama mereka sampai pada ruangan yang akan menjadi tempat pengadilannya yang memutuskan akan dapat hukuman apakah mereka.
Suara pintu kaca ruang BK mulai terbuka, mata Bu Tnty mulai menuju ke arah pintu.
“permisi bu... ini saya bawa teman-temen mereka yang ikut dalam khasus pengeblongan”
“Haii Ibu Tanty... hari yang cerah ya bu, hari ini ibu terlihat lebih cantik dari hari sebelumnya” celetuk Bona sambil tersenym manis pada Bu Tanty
“iya terimakasih pak kharom, silahkan anda keluar” pak kharim pun keluar punggungnya sudah tak terlihat karena terhalangi pintu.
“Haiiii nak Bona benarkah ibu cantik hari ini? Ibu senang sekali kamu mengatakan hal itu” Bu tanty seperti terbang tinggi ke langit kee tujuh, dia mengambil kaca dan melihat wajahnya sendiri dan tersenyum.
“wahhh saya memang cantik, apakah Lipstik saya ketebalan?’’ bu tanty mengecap-ngecap bibirnya yang terlihat sexy di kacanya.
“emmmmmmm sudahlah kurasa saya sudah cantik sejak saya lahir, makannya saya mendapat suami yang ganteng dan gagah, ahh perfect deh pokoknya” Bu tanty mulai stay cool.
“Kalian tadi sedang apa di bawah pohon csamping Lab kimia itu?” gertak bu tanty yang mulai serius.
“Kami hanua berkumpul sebentar bu karena tadi pak Ikhsan belum datang karena sepedamotonya mogok di jalan” jawab anjar tegas.
Teman-teman yang lainnya menundukan kepala sambil tertawa kecil karena tingkah Bu tnty yang aneh tadi.
“Jadi itu alasan kalian?”
“iya buu” mereka berenam mejawab kompak
“Baiklah bisa di terima akal saya, tapi bukankah lebih baik jika kalian sedang menunggu guru kalain, kalian belajar dikelas”
“Tadi pak Ikhsan memberi tugas mencari artikel di perpustakaan bu, tapi kita mampir dulu sejenak di pohon cinta, karena situasi perpustakaan saat itu sedang ramai” bantahNasution yang pandai dalam memutarbalikan fakta.
“iya bu terkadang kita harus mentoleri atas kesalahan seseorang” Bona mencoba menambahi dengan nada genit. Dan Bu Tanty pun terlihat sedikit luluh hatinya karena melihat pesona dan rayuan Bona.
“Benar juga, lagian sebentar lagi kalian akan menghadapi Ujian Nasional jadi nggk mungkin ibu harus men-skors kalian lagi karena kalian sangat butuh pematangan belajar. Sudahlah saya ampuni kesalahan kalian yang ke lima ini tapi janji kalain jangan mengulanginnya lagi karena itu merupakan contoh tidak terpuji unyuk adik kelas kalian”
Kata-kata bu tanty membuat kepala mereka yang merunduk menjadi terangkat.
“Yeeeeeeeeeeeeee.............. terimakasih bu” jerit mereka ber enam
“Suda sana lanjutkan pelajaran kalian di kelas’’
“baiklahh ibu tanty cantikkkk”
Suara mereka tampak riang. Satu persatu mereka keluar dari ruangan.
“Bona tunggu” kata bu tanty memanggil nama bona
“iya bu ada apa?”
“apa ibu benar-benar cantik? Apa ibu masih terlihat muda?” tangan bu tanty mulai menata rambut keritingnya.
“tentu bu” kedua jempol tangan bona di lontarkan ke depan.
“ahhh kamu ini bisa saja nak Bona,yasudah kalau ibu masih cantik ibu lega soalnya nanti malam ibu akan dinner sama suami ibu”
Bona tersenyum lebar hingga giginya yang rapidan putih itu terlihat.
“Baiklah buu saya permisi, good luck ya bu buat malam ini” maklumlah bu tanty baru saja menikah jadi dia ingin memberikan suaminya yang terbaik.
Bona mengerutkan alisnya sambil keluar dari ruangan itu.



3 Bulan kemudian....
Mereka memang sudah kapok untuk masuk ruangan itu kini menghadapi Ujian Nasional.
Suasana Ujian Nasional di SMA Negeri 9 Malang begitu sunyi tidak terjadi kegaduhan selama empat hari berjalan dengan lancar.
SMA Negeri 9 Malang memeng sekolah yang pada mulanya peserta didiknya sudah mempunyai potensi akademik di atas rata-rata.

            Pengumuman kelulusan telah datang. Hari itu mereka telah mempersiapkan diri mereka untuk melihat apa yang kan mereka lihat di papan pengumuman nantinya. Banyak siswa-siswi berdesakan untuk melihat tinta yang ada di kertas pengumuman. Siswa-siswi yang sudah mengetahui bahwa dia lulus mereka mengekspresikan kegembiraan mereka dalam berbagai jenis, ada yang langsung sujud syukur, ada yang menangis karena saking gembiranya, ada yang saling berpelukan bahkan ada yan berlarian tak jelas.
Sofia mulai menerobos kerumunan yang adadi depan ruangan guru itu, jari-jari sofia mulai mencari namanya dan nama teman-temanya.
Anjar Darmatantra
XII IPA C
LULUS
Bona Wirantama Putra
XII IPA C
LULUS
Damara Nur Ikhsan
XII IPA C
LULUS
Herlin Dwi Pradirta
XII IPA C
LULUS
Nasution Prayoga
XII IPA C
LULUS
Sofia Indah Hassanudin
XII IPA C
LULUS

“Heii kita LULUS semua teman-teman” teriak sofia yang sedang berjuang keluar dari kerumunan untuk memberi kabar gembira pada teman-temannya.
“kita lulus semua kita lulus” kata sofia sambil loncat-loncat
“Syukurlah” Herlin menangis di pundak Damara
“Ahh beneran kan lu sof? Nama gue ada tulisannya luluskan?” sahut Nasution tak percaya
Nasution berlonjak-lonjak gembira, sofi dan anjar saling berpelukan, damara menenangkan herlin yang menangis karena luapan kegemiraan, bona berlari-lari entah kemana.
Betapa bahagiannya mereka karena bukan hanya lulus namun mereka mendapatkan nilai tertinggi di sekolahan itu.

            Massaku kini telah berlalu
            Massa dimana ku kenakan seragam kebanggaanku
            Putih... Abu-abu
            Episode terindah telah terukir
            Dalam guratan tinta kedamaian
            Sosok wajah yang tak bisa kulihat seperti biasa
            Teman terhebatku
            Teman terbaikku
            Guru sejatiku yang mengajari kedewasaan
            Demi massa meninggalkan kalain adalah hal tersulit
            Tetesan air mata yang berderai
            Peluk dan cium mulai menyapu
            Kalimat sejati untuk sahabat sejati
            Perpisahan menjadi bukti pertemuan kita
            Selamat menempuh hari suksesmu
           



BONA
            “Kring... kring.. kring..” alaram di kamar bona terdengar hingga dari luar pintu kamarnya. Tangan Bona mencari-cari arah sumber suara itu, sedangkan tubuhnya masih terbungkus hangat oleh selimut tebalnya, tangannya mulai meraba isi meja sehingga alaramnya terjatuh
“Prakkkkkkk..”
Dari dalam selimut mata Bona melotot “jam berapa ini?” teriak bona kaget dan sesegera bangkit dari tanjang empuknya sembari sibuk mencari Handphonenya. Dia melihat arah jam digital dalam Handphonenya “Haaa Setengah delapan? Ah bego banget gue!!”
Bona segera mengambil handuknya dan masuk dalam kamar mandi.
5 menit... 7 Menit.... 10 Menit kuarang 6 Detik
Suara kpintu kamar mandi bona terbuka, Bona sudah selesai membersihkan badannya
“Ah.. mandi bebek ni gue, bodo amet yang penting kuliah”
Dia membuka lemari pakaiannya dan mengambil kaos Dierynya berwarna putih dengan motif huruf di bagian depan kaosnya. Dengan terpincang-pincang dia memasukan kakinya pada celana jeansnya. Dia mengambil tasnya lalu berangkat kuliah, bona tak menyentuh satupun makanan yang ada di meja makan, dia lalu mengambil sepeda fixenya  yang ada di garasi kosnya.
ITB (Institut Teknologi Bandung)
Seaakan mimpi Bona terjawab, dia memasuki gerbang ITB dengan pesona tampan wajahnya dan kepedeannya yang melebihi 100%
Ya inilah Bona Wirantama Putra cowok yang berasal dari Medan ini mempunyai kulit putih, rambut yang beraliran harazuku, bona selalu tampil keren dan wangi
Bona adalah cowok yang playboy, ketampanannya membuat dia menjadi cowok yang di fans beratkan oleh para kaum adam, jadi tidak heran kalau bona mempunyai mantan pacar lebih dari sepuluh. Namun dari sekian banyaknya mantan bona, bona bertekuk lutut pada Luna, mantan terakhir bona yang smart, aktiv beroganisasi dan pastinya cantik. Bona harus meninggalkan Lunakarena jarak mereka yang begitu jauh (Bandung-Malang) lagipula luna masih duduk di bangku SMA dan bona harus mengapai cita-citanya. Keinginan terpendam dari Bona adalah makan malam romantis bersama luna, keluarga bona dan ke lima sahabat bona.


NASUTION
            Cowok asal NTT yang menetap di Malang sejak dia berumur 11 Tahun. Nasution di boyong oleh kedua orangtuannya ke Malang karena pekerjaan papa Nasution yang mengharuskan pindah-pindah kota, bahkan Nasution pernah TK di Makassar, SD di Surabaya dan SMP hingga SMA nasution menetap di Malang.
“Gila Jakarta panas bener ya, kayak lautan mobil kalau macet gini”
Nasution berada dalam Busway ia hendak menuju ke tempat kuliahnya tepatnya di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia).
Nasution adalah cowok bwerkulit hitam, mempunyai hidung mancing dan mata yang tidak terlalu sipit, dia selalu menggunakan karet gelang yang ia pasang di pergelangan tangan kirinya, Karet gelang ini adalah pemberian dari orangtuanya karena di ataskaret gelang itu terdapat ukiran nama papa dan mama Nasution.
Cita-cita Nasution amatlah sederhana ia ingin menjadi kuru Matematika di kampung halamannya NTT. Nasution sangat mendambakan Anjar karena di mata Nasution wanita tomboy namun cantik itu langka.
“Heyy bang kenapa ula kau ini” seletuk teman Nasution yang duduk di sebelah kanannya
“Ah kau ini mengagetkan orang saja, aku ini sedang melamunkan wanita idamanku, aku merindukannya” jawab nasution kesal karena dia sedang asik membayangkan anjar.
Tegaradalah teman Nasution di Jakarta bahkan kini Tegar tinggal serumah dengan Nasution, dia nge-kos di rumah Nasution, sekarang telah berkumpul dengan keluargannya karena sekarang pap Nasution dipekerjakan menetap di Jakarta.


DAMARA
            Suaana Caffe Kenze yang begitu ramai di penuhi oleh para muda-mudi yang gemar menghabiskan waktunya untuk sejenak bersantai di Caffe Kenze.
Sosok bertubuh besar terlihat di meja nomor 12 tepatnya di lantai dua.
“Damara...” Suara wanita cantik memanggil nama damara sembari mendekat ke arah Daamara.
“Haii senang bertemu kamu silahkan duduk, saya sudah pesan Burger kesukaan kamu seperti biasanya”
“Terimakasih damara kamu selalu tahu bagaimana cara membahagiakan hati kekasihmu ini”
Wanita cantik berkerudung dengan baju yang sopan sedang berada di depan mata Damara, Damara mulai menyukai wanita bernama Sarah itu ketika masa OSPEK di UI (Uiversitas Indonesia). Damara adalah salah satu mahasiswa di UI fakultas Hukum. Damara sangatlah di segani oleh banyak temannya karena sikap damara yang ramah dna suka bersosialisasi. Jadi tidak heran jika gadis cantik itu menyukai damara.
Kafe Kenze adalah tempat nongkrong Damara, terkadang dia juga bertemu dengan Nasution yang masih dalam satu wilayah dengan damara.


SOFIA DAN HERLIN
            Jalan kota Yokyakarta yang mulai ramai dengan wisatawan yang datanuntuk membeli pernak-pernik ataupun hanya sekedar melihat-lihat pesona indah objek wisatadi Yokyakarta. Di Jalan Malioboro terlihat dua gadis bernama Sofia dan Herlin mereka memeng tidak di pisahkan karena sejak SD mereka sudah menjadi teman sekelas. Dan kinipun mereka masuk dalam satu Universitas yakni UGM (Universitas Gajah Mada). Sofia mengambil jurusan Teknik sipil dan herlin mengambil sastra indonesia karena herlin suka membaca dan menulis jadi pantaslah dia masuk dalam jurusn tersebut. Sofia dan herlin mempunyai tanggal lahir yang sama sehingga watak dan karakter mereka hampir sama maka dari itu mereka merasa cocok satu sama lain.


ANJAR
            Siapa yang menyangka, Anjar dahulu adalah sosok yang tomboy namun sekarang berbah derastis kini anjar terdaftar sebagai Mahasiswi Fakultas kedokteran di UB (Universitas Brawijaya).
Anjar memutuskan untuk tetap kulia di Kota Malang karena dia berpikiran kalau suatu saat nanti pasti teman-temannya akan merindukan kota penuh kenanagn ini dan anjar berharap mereka bisa mendatangi kota yang menjadi tempat terbangunnya persahabatan mereka.

            Suasana SMA Negeri 9 Malang tampak lengang pada sore hari. Anjar dudik di bawah pohon Cint, sudah satu tahun lebih mereka terpisah jarak satu sama lain, mereka tak pernah bertemu bahkan untuk saling berkomunikasi sangat jarang pada akhir-akhir ini.
“ahhh mungkin mereka sibuk dengan tugas-tugas mereka” pikir anjar ber positif thinking
“atau jangan-jangan mereka sudah lupa akan persahabatan kita?” setan mulai mendatangi piiran Anjar.
            Pohon cinta menjatuhkan daunnya yang basah karena dia tau sedang ada yang bersedih. Anjar mulai mengeluarkan Handphonenya dia mulai menekan kipet handphonenya dan menulis sebuah pesan singkat.

            Haii teman-teman apa kabar kalian sekarang?, aku sedang berada di bawah pohon cinta nii karena aku sedang merindukan kalian, setelah semester dua selesai kalian luangkan waktu kalian ya untuk bernostalgia di Kota Malang, aku tunggu di pohon cinta 9 Oktober 2012 pukul 07.00 WIB
Send to :
            -Bona
            -Damara
            -Herlin
            -Nasution
            -Sofia
TERKIRIM.....
Pesan Anjar sudah terkirim dan para sahabatnya meresponnya dengan senang dan mereka berjanji akan datang. Betapa senangnya hati Anjar dan para angin menyampaikan kabar gembira ini pada pohon cinta.
“Heii nak Anjar sedang apa kau disana?” suara dari kejauhan terdengar.
“Pak Kharom kah itu?” jawab anjar yang melihat pak Kharom semakin mendekat padanya.
“Iya nak, sedang apa kau disini nak?”
“saya tidak sedang membolos mata pelajaran pak, saya hanya merindukan teman-teman saya pak, apakah bapak akan membawa saya ke ruangan bu tanty lagi?”
“Hahahahaha.. tentu tidak nak, bapak sudah tidak ada wewenang untuk menghukum kamu, kan kamu sudah tidak bersekolah disini lagi, hari sudah hampir malam pulanglah ibumu pasti mencarimu”
“baiklah pak selamat bertugas malam ya pak”  Anjar tersenyum pada pak Kharom

            9 0ktober 2012
Jam tujuh pagi anjar sudah berada di sekolah mereka yang dulu di SMA Negeri 9 Malang, Anjar mulai menanti-nanti akan kedatangan ke enam temannya. Satu jam berlalu anjar mulai cemas dan tak berharap banyak atas kedatangan mereka.
Dari kejauhan muncul sosok Nasution dan Damara  yang sedang berjalan menuju pohon cinta
Tak lama menyusul Sofia dan herlin. Betapa senang hati anjar dapat melihat sosok mereka lagi. Nasution menggunakan jaket kulitnya yang seperti biasa dia gunakan saat bepergian jauh, Damara mengenakan jempernya, Sofia tampak lebih cantik dengan rambutnya yang di catok lurus dan Herlin menggunakan kacamata barunya ber frame putih.
Tapi diantara mereka belum nampak sosok Bona, mereka ber lima sabar menanti kedatangan Bona sambil bercakap-cakap tentang pengalaman mereka setelah masuk kuliah.
            Jam 09.00 nampak sosok bona sedang berlari dengan senyuman, sepertinya bona terlihat senan untuk menyambut hari itu.
“hahahaha nungguin cowok ganteng ya??” kata bona bercanda
“ganteng katamu??? Hahahahaha” jawab teman-temannya.
“maaf telat tadi macet banget, oh ya rencana kita mau kemana nih?”
“Ke Bali” kata anjar
“hah beneran lu njar?”
“iya bener!! Kita butuh waktu untuk bersama bukan??”
“Gue setuju banget njar, gue udah kangen sama Bali” kata Damara
“oke kita berangkat sekarang yaaa”
            Akhirnya mereka berangkat naik pesawat dari surabaya...
Sampailah mereka di Kota Bali,  Kota yang penuh dengan sejuta keindahan. Mereka memutuskan untuk beristirahat di Hotel terlebih dahulu.
Anjar menyusun rencana tempat yang akan mereka kunjungi. Pagi ini mereka akan melihat Sunrise di pantai Kuta, makan siang di restoran hotel pagi ini begitu indah, setelah sarapan mereka berangkat menuju pantai kuta.
“Gila liat tuhh matahari mau keluar” kata Nasution
Mereka berenam berbaring berjajar diatas pasir sambil menikmati pancaran hangat sang Surya yang hendak keluar memberi cahaya bumi.
“Andai gue bisa lia ini bareng Luna” kata bona yang mengharapkan kedtangan Luna
Nasution yang berada di sebelah sofia mulai beramarh tamah pada sofia
“Indah ya sof?”
“iya nas, jarang jarang kita bisa liat hal kayak gini bersama-sama”
“iya sof, aku bahagia karena bisa melihat sunrise sama kamu”
“hahahaha maksud kamu apa? Bukankah kita sedang berenam”
“ehh iya kita kan sedang bersama hehehehe..”
Nasution hampir keceplosan ingin mengungkapkan bahwa dia bahagia bisa berada di samping wanita yang sudah ia tunggu sejak lama.


            Setelah itu mereka memutuskan untuk bermain volly bersama. Dan mengelilingi kota bali.
Dua hari telah mereka lewati, saat acara makan malam bersama disinilah moment yang tepat untuk saling berbagi pengalaman.
Suara lagu Adele “Someone Like You” terdengar ternyata suara Handphone Anjar.
“sebentar ya teman-teman pap aku telfon nih”
Anjar mulai menjauh sedikit dari keramaian teman-temannya dan tiba-tiba Handphone Anjar terjatuh, anjar menangis dan raut wajahnya seakan tak percaya dengan apa yang telah dia dengar.
Anjar berlari menuju kamar hotel, semua teman-temannya bingung mereka mengikuti anjar, anjar tak berbicara sepatah katapun dia hanya menangis dan menangis sambil merapikan bajunya ke dalam koper.
“Gue mau pulang sekarang” kata anjar sambil menangis
“lo kenapa njar cerita dulu baru kita ijinkan elu pulang” kata Herlin yang sedang berusaha menenangkan Anjar
“papa gue telfon, katanya mama mengalami musibah kecelakaan dan sekarang mama sedang koma di Rumah Sakit, gue ngk bisa dong bersenang-senang sedangkan mama gue lagi sakit gini” anjar mulai menjelaskan
Teman-teman yang lainnya menangis dan mulai menenangkan hati anjar, mereka mengijinkan Anjar untuk berangkat ke Malang Malam itu juga. Padhal rencana mereka adalah pulang besok pagi naik bus jadi tiket bus dan kapal untuk Anjar tidak terpakai.
Malam itu juga mereka mengantar anjar ke Airport. Dan malam itu juga Anjar meninggalkan mereka di Bali.
            Keesokan harinya Anjar menelfon Damara dia berkata bahwa mamanya sudah pulang kerahmatullah ketika anjar sampai dan memeluk mamanya. Damara mengabarkan berita ini ke teman-teman yang lainnya, sesegera mungkin mereka membereskan pakaian mereka dan berangkat ke Airport, mereka tidak jadi menggumakan bus dan kapal karena itu terlalu lama.
            Sampailah mereka di Bandara Juanda Surabaya, perjalanan surabaya menuju malang terasa sangat lama, saat itu bus sedang sepi penumpang, mereka berenam memutuskan untuk menanbah kecepatan karena ajar menyuruh kita agar cepat sampai di malang dan bisa melihat mamnya di makamkan. Tapi tak di sangka ternyata bus mengalai Rem Blong.
Semua panik, mereka yang ada di dalam bus tidak tau harus berbuat apa, apakah mereka harus loncat atau berdiam diri. Sang supir tampak pasrah dan membanting stir ke kiri, siapa yang menyangka bahwa di kiri jalan adalah Jurang yang terjal.
Nasution,Damara,Bona,Herlin dan Anjar mereka berdoa bersama dan saling berpelukan. Bus mulai tak terkendali para penumpang lainnya menjerit-jerit pasrah
“aaaaaaaaaaaaaa tidakkkkkkkkk.....”
“Brakkkkkkkk”
Awak badan bus terjatuh di jurang. Dan buspun tak bisa di jelaskan sekarang berbentuk apa.

            Mendengar kabar kecelakaan bus yang di tumpangi oleh teman-temannya Anjar menjadi shock, pemakaman ibunya di tunda karena anjar ingin melihat ke TKP langsung.
Evakuasi sedang berlangsung, anjar ingin sekali turun ke bawah dan mencari teman-temannya namun pak polisi tidak memperbolehkan.
Anjar mencari temannya di tenda evakuasi, anjar mulai melihat sosok mayat yang tertutup mukannya namun di pergelangan tangan kirinya seperti karetgelang nilik Nasution, anjar mulai membuka penutup wajah si mayat dan ternyata benar itu adalah mayat Nasutiom, Anjar seakaan tak percaya ia membuka lagi mayat yang ada di samping Nasution dan ternyata mayat Bona, Anjar semakin histeris ia mar dia membuka penutup wajah mayat tiga baris di samping mayat Bona, dan...
“TIDAKKKKKK  ini tidak mungkin kenapa Tuhan mengambil semua orang yang aku sayangi, kenapa Tuhan”
Anjar mulai tak terkendali ketika melihat dengan jelas mayat ke lima temannya berlumuran darah, anjar pingsan dan ketika dia sadar dia hanya bengog dan air matanya selalu mengalir.

            Pada akhirnya Mayat ke lima teman-temannya di makamkan bersamaan dengan ibu Anjar, anjar tak bisa berkata apa apa di tempat pemakaman anjar tak mau pulang anjar terus memeluk makam sang ibu, Hujanpun turun namun anjar tetap tidak mau pulang
            Anjar menggunakan baju hitam-hitam dia berlari menuju SMA 9 Malang dia menangir tersendak sendak di bawah Pohon Cinta, Anjar mengungkapkan semua yang ada di dalam hatinnya saat ini.
“Wahai pohon yang indah mengapa engkau tak bersemi? Kenapa engkau mengering? Bukankah ini adalah musim semi? Apa kalian merasakan apa yang sedang aku rasakan? Tuhan telanh mengambil eman orang yang aku sayangi lima sahabatku dan ibuku, Tuhan tidak adil padaku, cobaan ini sangat berat, aku tak bisa meghadapinnya sendiri aku tak kuat TUHAN, kenapa engkau tak mengambil raga ini sekalian agar aku bisa daai bersama mereka di Suraga, Cabut nyawaku sekarang TUHAN ambil aku sekarang, aku yang bersalah atas kematian ke lima temanku, akulah yang menyuruh mereka segera pulang, aku Tuhan aku yang seharusnya kau ambil bukan mereka”
Anjar menangis di pangkuan akar pohon cinta yang besar, dia tak tahu harus berbuat apalagi yang bisa di lakukan adalah mengikhlaskan kepergian mereka dan mewujudkan cita-cita persahabatan mereka


            3 Tahun kemudian, Anjar sudah mulai terbiasa hidup tanpa mereka, selama tiga tahun ini setiap minggunya anjar mennengok makam teman-temannya dan ibunya, kini anjar mrnjadi pribadi yang lebih tertutup, setelah lulus nanti dia ingin mengabdi di NTT menjadi dokter di sana, menyelamatkan hidup orang orang adalah cita-cita anjar saat ini karena anjar tak ingin melihat seseorang kehilangan hidupnya dengan sia-sia.


-The End-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar